Kita pasti pernah bermimpi, pernah mengimpikan sesuatu, lalu mau tidak mau harus menerima hasil yang ada, yang katanya telah ditentukan oleh Tuhan.. Ya, manusia dikaruniakan oleh Tuhan kemampuan untuk bermimpi, kemampuan untuk menghayalkan lalu merencanakan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya. Tapi, di ujung cerita akhirnya ketentuan Tuhan lah yang menjadi sesuatu yang mesti diterima, suka atau tidak suka..
Kita pastinya pernah atau bahkan selalu mengimpikan sesuatu yang menyenangkan, yang tentunya menjadi penyempurna hidup kita, yang menjadi puncak kepuasan dalam diri kita. Ya, siapa yang tidak ingin hidup sempurna dan memuaskan?? Toh siapa pula yang “tega” menginginkan dirinya hidup dalam keterpurukan..
Tapi, di balik “kegigihan” kita untuk mengimpikan sesuatu, terselip sebuah rencana besar dari Tuhan dalam wujud “takdir”. Ya, ketentuan yang telah digariskan-Nya untuk setiap makhluk yang Ia ciptakan. Untuk semua yang telah Ia rencanakan..
Inilah yang sebagian besar menjadi penyebab utama dari ketidakterimaan seseorang terhadap takdir yang menimpanya. Ia terlalu hanyut dalam mimpi yang ia hayalkan dan upayakan, tanpa ingat untuk sadar bahwa Tuhan pun punya sesuatu yang siap untuk menghentak di ujung jalan.. Memberikan kita segumpal alasan untuk kecewa dan jika kita sedikit lebih kurang ajar, kita akan turut memaki-maki Tuhan dengan serapahan ala manusia..
Hmm, tak selamanya takdir berjalan tak seiring dengan impian.. Toh banyak yang telah merasakan kenikmatan atas takdir yang sesuai dengan harapannya, merasakan sempurnanya akhir jalan karena sesuai dengan impiannya..
Entahlah, yang mana akan terjadi nantinya, karena satu yang pasti adalah takdir merupakan sesuatu yang rahasia dari Sang Maha Pencipta dan Maha Merahasiakan sesuatu..
Bermimpilah sesuka hati, tinggikan impianmu.. Tapi ingat, di akhir nanti takdirlah yang akan kau temui..
Menggenggam Pena, Menguraikan Tinta, untuk Mengukir Sejarah.... Mencoba berpuisi hingga jiwa tak lagi mengerti
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
03 April 2014
01 September 2013
SENDIRI UNTUK KEMBALI
Sebuah proses penyadaran alam luar jasadku.. Mungkin Tuhan sedang mengajarkanku cara lebih baik dalam mengingat-Nya, mungkin Tuhan sedang mengajarkanku cara lebih lama dalam menghadapi problema hidup, mungkin Tuhan sedang mengajarkanku makna dari Sebuah cerita, makna yang tersembunyi oleh kehakikatan batin, yang seharusnya terungkap dengan indah.. Tuhan, jika takdir-Mu tak berpihak pada keinginanku, aku akan rela meski aku tak mampu untuk sekadar mau.....
Tuhan, sungguh skenario cerita-Mu sangat sulit untuk ku tebak, kuberikan seluruh apresiasiku pada-Mu Tuhan atas cerita yang maha rumit ini.. Tapi ku masih berharap Engkau bersedia menerima permohonanku terhadap akhir dari cerita ini.. Tuhan, ku ingin Engkau selalu bersamaku disaat-saat kesabaranku....
Takdir adalah kemauan-Mu, takdir adalah skenario-Mu, dan rencanaku hanyalah hasil dari keinginanku, keinginan seorang manusia yang tak pernah bisa melebihi setitik rupa-Mu.. Tuhan, jika jalan-Mu telah lama kutinggalkan, jangan biarkan aku sendiri untuk kembali..
Tuhan, sungguh skenario cerita-Mu sangat sulit untuk ku tebak, kuberikan seluruh apresiasiku pada-Mu Tuhan atas cerita yang maha rumit ini.. Tapi ku masih berharap Engkau bersedia menerima permohonanku terhadap akhir dari cerita ini.. Tuhan, ku ingin Engkau selalu bersamaku disaat-saat kesabaranku....
Takdir adalah kemauan-Mu, takdir adalah skenario-Mu, dan rencanaku hanyalah hasil dari keinginanku, keinginan seorang manusia yang tak pernah bisa melebihi setitik rupa-Mu.. Tuhan, jika jalan-Mu telah lama kutinggalkan, jangan biarkan aku sendiri untuk kembali..
15 Mei 2013
KECANDUAN: LAGU BALLAD X-JAPAN
Setelah Helloween dengan "Forever and One", "If I Knew", "Windmill", "Your Turn", dan "A Tale that wasn`t Right" nya, terus Gamma Ray dengan "The Silence" nya, kali ini saya betul betul ketagihan dengar lagu-lagu ballad dari X-Japan (IMO band band dengan aliran seperti mereka memang paling top kalau bikin lagu ballad, mulai dari musikalitas hingga kekuatan liriknya).. Walaupun saya akui, agak ketinggalan info tentang X-Japan dan mulai menyukai lagu-lagunya, tapi... Lebih baik terlambat daripada lebih lambat lagi kan.. Hehe..
Nah, dengan lirik lagu "Bilingual" (Japanese - English) sangat sulit memang menebak arti liriknya (sok mampu mengartikan lirik lagu). TAPI seperti kebanyakan lagu ballad dari band mancanegara lainnya, biasanya hanya dengan lantunan nada yang mendayu-dayu (namun tetap nge-rock) sudah cukup membuat hati ini ikut mendayu-dayu.. #Halah
Baiklah, untuk mengefisienkan halaman, berikut saya catutkan lagu-lagu ballad X-Japan yang akhir-akhir ini jadi pengantar tidur tetap tiap malam..
1. Endless Rain
2. Forever Love
3. Tears
Yap, untuk sementara hanya tiga lagu (sambil berburu ballad lainnya).. Mengapa saya tertarik dan kecanduan?? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, "musikalitas dan kekuatan lirik".. Sekiaaan.. :D
Nah, dengan lirik lagu "Bilingual" (Japanese - English) sangat sulit memang menebak arti liriknya (sok mampu mengartikan lirik lagu). TAPI seperti kebanyakan lagu ballad dari band mancanegara lainnya, biasanya hanya dengan lantunan nada yang mendayu-dayu (namun tetap nge-rock) sudah cukup membuat hati ini ikut mendayu-dayu.. #Halah
Baiklah, untuk mengefisienkan halaman, berikut saya catutkan lagu-lagu ballad X-Japan yang akhir-akhir ini jadi pengantar tidur tetap tiap malam..
1. Endless Rain
2. Forever Love
3. Tears
Yap, untuk sementara hanya tiga lagu (sambil berburu ballad lainnya).. Mengapa saya tertarik dan kecanduan?? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, "musikalitas dan kekuatan lirik".. Sekiaaan.. :D
16 April 2013
KISAH SEBONGKAH BESI TUA
Ini adalah kisah singkat tentang sebongkah besi tua, yang dalam hidupnya tak pernah berhenti berharap untuk memiliki cahaya. Layaknya sebuah bintang yang bemerlap di tengah keramaian gelap malam. Ia berusaha, mencari, dan berdoa pada penciptanya agar segera menemukan cahaya itu.. Ia ingin menjadi sesuatu yang bernilai dengan sebuah cahaya. Karena ia yakin, sebuah cahaya akan memberikan ketenangan atas kegelisahan hidupnya, serta kesempurnaan seperti bintang, meskipun ia sadar bahwa ia bukanlah bintang...
Suatu hari, permohonan sang besi tua terkabul, tercapai. Ya, cahaya yang ia nantikan akhirnya muncul, cahaya yang amat terang, yang takkan sanggup siapapun menilai. Cahaya itu bersedia menjadikan sebongkah besi tua ini menjadi seperti bintang, lalu mengangkatnya lebih tinggi agar ia juga dapat merasakan bagaimana menjadi bintang, bagaimana menjadi sangat bercahaya, bukan sekedar besi tua tak bernilai..
Janji terucap, sebongkah besi tua telah mantap untuk menjadikan cahaya ini sebagai panduan hidupnya, sebagai cita rasa terakhir, sebagai penyempurna, dan sebagai hal terakhir yang dimilikinya jika sang Pencipta memanggilnya kembali ke sisi-Nya.. Sebongkah besi tua itu merasa sangat bahagia. Kebahagiaan yang tak ternilai, kebahagiaan yang takkan ia ganti dengan kebahagiaan lain, kebahagiaan yang ia yakini dan ia niatkan akan ia bawa hingga akhir waktu.. Meskipun ia tahu, ia tetaplah tak sama dengan bintang, namun ia tak peduli, biarkan bintang dengan cahayanya yang amat terang. Ia tetaplah sebongkah besi tua, dan ia bangga karena memiliki cahaya yang sangat sempurna di sisinya...
Hari berlalu, berbagai dinamika terjadi, sebongkah besi tua mulai merasakan keanehan pada cahayanya. Cahaya itu mulai meredup, mulai bergolak, mulai memberikan sentuhan aneh pada besi tua ini.. Si besi tua terlambat menyadari, cahaya yang ia banggakan tak lagi sama dengan yang awalnya ia temui, tak lagi sama dengan cahaya yang dulu begitu sempurna, tak lagi sama dengan cahaya yang dulu tak henti memberinya senyuman hangat.. Kini, cahaya itu meredup, mengedip tak betah, seiring dengan semakin dingin rautnya, seakan ingin segera pergi entah kemana..
Sebongkah besi tua merasa bersalah, ia sadar bahwa sebuah cahaya seperti itu hanya pantas untuk berada dalam genggaman bintang. Bukan dirinya, yang hanyalah sebongkah besi tua tak bernilai. Ia memutuskan untuk melepaskan cahaya itu, bebas menuju apa yang ia inginkan, agar senyum dan kesempurnaan cahaya itu dapat kembali seperti sediakala, dapat kembali terang, mungkin jika ia menemukan bintang yang tepat baginya.. Ya, bintang, bukan sebongkah besi tua tak bernilai seperti dirinya..
Kini, dengan perasaan hancur sebongkah besi tua itu kembali pada hakikatnya, kembali hilang dalam gelapnya malam di batas terendah, mencari-cari tempat berkeluh kesah, mencari setitik harapan yang mungkin masih ada, menengadahkan doa kembali pada penciptanya bahwa ia tak ingin selamanya hilang dalam gelap, ia tak ingin terus-terusan hidup penuh karatan dan keluhan. Ia ingin kembali bercahaya dan dapat terlihat dalam keramaian gelap malam.. Meskipun ia sadar, ia bukanlah bintang yang sangat bernilai.. Ia tetaplah sebongkah besi tua, dan selamanya akan begitu............
Suatu hari, permohonan sang besi tua terkabul, tercapai. Ya, cahaya yang ia nantikan akhirnya muncul, cahaya yang amat terang, yang takkan sanggup siapapun menilai. Cahaya itu bersedia menjadikan sebongkah besi tua ini menjadi seperti bintang, lalu mengangkatnya lebih tinggi agar ia juga dapat merasakan bagaimana menjadi bintang, bagaimana menjadi sangat bercahaya, bukan sekedar besi tua tak bernilai..
Janji terucap, sebongkah besi tua telah mantap untuk menjadikan cahaya ini sebagai panduan hidupnya, sebagai cita rasa terakhir, sebagai penyempurna, dan sebagai hal terakhir yang dimilikinya jika sang Pencipta memanggilnya kembali ke sisi-Nya.. Sebongkah besi tua itu merasa sangat bahagia. Kebahagiaan yang tak ternilai, kebahagiaan yang takkan ia ganti dengan kebahagiaan lain, kebahagiaan yang ia yakini dan ia niatkan akan ia bawa hingga akhir waktu.. Meskipun ia tahu, ia tetaplah tak sama dengan bintang, namun ia tak peduli, biarkan bintang dengan cahayanya yang amat terang. Ia tetaplah sebongkah besi tua, dan ia bangga karena memiliki cahaya yang sangat sempurna di sisinya...
Hari berlalu, berbagai dinamika terjadi, sebongkah besi tua mulai merasakan keanehan pada cahayanya. Cahaya itu mulai meredup, mulai bergolak, mulai memberikan sentuhan aneh pada besi tua ini.. Si besi tua terlambat menyadari, cahaya yang ia banggakan tak lagi sama dengan yang awalnya ia temui, tak lagi sama dengan cahaya yang dulu begitu sempurna, tak lagi sama dengan cahaya yang dulu tak henti memberinya senyuman hangat.. Kini, cahaya itu meredup, mengedip tak betah, seiring dengan semakin dingin rautnya, seakan ingin segera pergi entah kemana..
Sebongkah besi tua merasa bersalah, ia sadar bahwa sebuah cahaya seperti itu hanya pantas untuk berada dalam genggaman bintang. Bukan dirinya, yang hanyalah sebongkah besi tua tak bernilai. Ia memutuskan untuk melepaskan cahaya itu, bebas menuju apa yang ia inginkan, agar senyum dan kesempurnaan cahaya itu dapat kembali seperti sediakala, dapat kembali terang, mungkin jika ia menemukan bintang yang tepat baginya.. Ya, bintang, bukan sebongkah besi tua tak bernilai seperti dirinya..
Kini, dengan perasaan hancur sebongkah besi tua itu kembali pada hakikatnya, kembali hilang dalam gelapnya malam di batas terendah, mencari-cari tempat berkeluh kesah, mencari setitik harapan yang mungkin masih ada, menengadahkan doa kembali pada penciptanya bahwa ia tak ingin selamanya hilang dalam gelap, ia tak ingin terus-terusan hidup penuh karatan dan keluhan. Ia ingin kembali bercahaya dan dapat terlihat dalam keramaian gelap malam.. Meskipun ia sadar, ia bukanlah bintang yang sangat bernilai.. Ia tetaplah sebongkah besi tua, dan selamanya akan begitu............
19 Maret 2013
MUNGKIN RASANYA SEPERTI APA
Ingin ku berbagi sesuatu.,
Tapi dengan apa..??
Ingin kugapai langit.,
Tapi bagaimana..??
Ingin ku ucapkan selamat.,
Tapi atas apa..??
Ingin rasanya berteriak.,
Tapi untuk apa..??
Rasanya hanya ini yang kurasa.,
Hmm., mungkin saja....
Ingin kulepas belenggu impian.,
Dimana..??
Lihatlah langit kawan, hari ini ia hitam..
Mengapa tak selamanya biru...??
Tataplah matamu dibalik cermin..
Mengapa tak selamanya cerah..??
Bukankah kita berawal dari serba tidak tahu dan serba tak mengerti..??
Bukankah kita dilahirkan dalam keadaan yang tak kuasa atas diri..??
Ingin kubagi cerita.,
Tapi dengan siapa..??
Mungkin hanya ini yang kurasa.,
Hmm., rasanya memang begitu...........
Tapi dengan apa..??
Ingin kugapai langit.,
Tapi bagaimana..??
Ingin ku ucapkan selamat.,
Tapi atas apa..??
Ingin rasanya berteriak.,
Tapi untuk apa..??
Rasanya hanya ini yang kurasa.,
Hmm., mungkin saja....
Ingin kulepas belenggu impian.,
Dimana..??
Lihatlah langit kawan, hari ini ia hitam..
Mengapa tak selamanya biru...??
Tataplah matamu dibalik cermin..
Mengapa tak selamanya cerah..??
Bukankah kita berawal dari serba tidak tahu dan serba tak mengerti..??
Bukankah kita dilahirkan dalam keadaan yang tak kuasa atas diri..??
Ingin kubagi cerita.,
Tapi dengan siapa..??
Mungkin hanya ini yang kurasa.,
Hmm., rasanya memang begitu...........
08 Maret 2013
HAPPY WOMEN`S DAY
Hmm.. Waktu mau browsingg, si Om google menampilkan gambar ini di "lobby"nya

Dan ternyata, saya baru tau kalau hari ini (tanggal 8 Maret) merupakan hari yang tergolong spesial bagi para kaum hawa sedunia. Ya, 8 Maret adalah peringatan Hari Perempuan Sedunia/Hari Perempuan Internasional (World Women`s Day).
Ceritanya nih, saya langsung cari-cari info seputar peringatan ini (biar tidak ketinggalan zaman toh). Nah, kata abang Wiki, gagasan tentang peringatan ini berawal sejak awal abad XX di tengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City.
Nah, awalnya perayaan ini diperingati pada 28 Februari 1909 di Amerika Serikat setelah adanya deklarasi dari Socialist Party of America (SPA). Dan, setelah melihat hal ini, wanita lain dari berbagai negara mulai memperjuangan hak mereka baik di bidang ekonomi, politik dan sosial.
Berikutnya, Pada tanggal 18 Maret 1911, lebih dari 1 juta orang memperingati International Woman’s Day (Hari Wanita Sedunia) yang disingkat IWD pertama kalinya di Austria, Jerman, Denmark dan Swiss. Dengan mengenakan baju wanita terbaik mereka, mereka bergerak agar negara mengakui hak – hak mereka. Lalu pada tahun 1913, Wanita Rusia bangkit dan mengadakan demo sebagai bentuk merayakan IWD pada hari minggu terakhir bulan Februari tahun 1917 (jatuh pada tanggal 8 Maret sesuai penanggalan Gregorian). Dan pada tanggal 8 Mei 1965, pemerintah Soviet mengeluarkan undang – undang baru bahwa IWD akan dianggap sebagai hari libur nasional di negaranya. Para wanita soviet akhirnya bisa menggenakan baju wanita terbaik mereka dan berkumpul dengan sesamanya untuk menikmati liburan.
Peringatan ini dirasa sangat penting bagi negara-negara barat, oleh karenanya PBB kemudian mengundang negara-negara anggota untuk menyatuhkan pendapat tentang hari yang akan ditetapkan sebagai hari wanita sedunia pada tahun 1977. Akhirnya, PBB mempromoklasikan tanggal 8 Maret sebagai hari wanita internasional yang memperingati hak asasi wanita dan perdamainan dunia.
Nah, selamat memperingati hari ini wahai kaum hawa sedunia. Semoga semakin banyak perempuan yang sadar bahwa Tuhan menciptakan mereka dengan berbagai kekhususan dan hal-hal spesial yang tidak akan pernah dimiliki oleh kaum pria. CMIIW
Salam buat para perempuan sedunia, dari seorang laki-laki di tengah-tengah dunia.. :D
Karena perjuangan kalian, hari ini milik kalian..
“Dibalik orang-orang sukses, ada wanita-wanita hebat yang berada di sisinya”
“Karena wanita ingin dimengerti”

Dan ternyata, saya baru tau kalau hari ini (tanggal 8 Maret) merupakan hari yang tergolong spesial bagi para kaum hawa sedunia. Ya, 8 Maret adalah peringatan Hari Perempuan Sedunia/Hari Perempuan Internasional (World Women`s Day).
Ceritanya nih, saya langsung cari-cari info seputar peringatan ini (biar tidak ketinggalan zaman toh). Nah, kata abang Wiki, gagasan tentang peringatan ini berawal sejak awal abad XX di tengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City.
Nah, awalnya perayaan ini diperingati pada 28 Februari 1909 di Amerika Serikat setelah adanya deklarasi dari Socialist Party of America (SPA). Dan, setelah melihat hal ini, wanita lain dari berbagai negara mulai memperjuangan hak mereka baik di bidang ekonomi, politik dan sosial.
Berikutnya, Pada tanggal 18 Maret 1911, lebih dari 1 juta orang memperingati International Woman’s Day (Hari Wanita Sedunia) yang disingkat IWD pertama kalinya di Austria, Jerman, Denmark dan Swiss. Dengan mengenakan baju wanita terbaik mereka, mereka bergerak agar negara mengakui hak – hak mereka. Lalu pada tahun 1913, Wanita Rusia bangkit dan mengadakan demo sebagai bentuk merayakan IWD pada hari minggu terakhir bulan Februari tahun 1917 (jatuh pada tanggal 8 Maret sesuai penanggalan Gregorian). Dan pada tanggal 8 Mei 1965, pemerintah Soviet mengeluarkan undang – undang baru bahwa IWD akan dianggap sebagai hari libur nasional di negaranya. Para wanita soviet akhirnya bisa menggenakan baju wanita terbaik mereka dan berkumpul dengan sesamanya untuk menikmati liburan.
Peringatan ini dirasa sangat penting bagi negara-negara barat, oleh karenanya PBB kemudian mengundang negara-negara anggota untuk menyatuhkan pendapat tentang hari yang akan ditetapkan sebagai hari wanita sedunia pada tahun 1977. Akhirnya, PBB mempromoklasikan tanggal 8 Maret sebagai hari wanita internasional yang memperingati hak asasi wanita dan perdamainan dunia.
Nah, selamat memperingati hari ini wahai kaum hawa sedunia. Semoga semakin banyak perempuan yang sadar bahwa Tuhan menciptakan mereka dengan berbagai kekhususan dan hal-hal spesial yang tidak akan pernah dimiliki oleh kaum pria. CMIIW
Salam buat para perempuan sedunia, dari seorang laki-laki di tengah-tengah dunia.. :D
Karena perjuangan kalian, hari ini milik kalian..
“Dibalik orang-orang sukses, ada wanita-wanita hebat yang berada di sisinya”
“Karena wanita ingin dimengerti”
05 Maret 2013
TOP 5: SUKA LAGU YANNI, INI AWAL MULANYA
Yanni (diucapkan / jɑ ː ni / yah-nee), lahir Yiannis Hrysomallis Yunani: Γιάννης Χρυσομάλλης; klasik transkripsi Giannis Chrysomallis pada tanggal 14 November 1954, di Kalamata (Yunani) merupakan salah satu musisi, pianis, dan komposer beraliran New Age.
Saya pertama kali menggemari dan mengagumi karya musik Yanni ketika saudara tertua saya sering mendengarkan lagu-lagu dari album “Inspirational Moment” yang merupakan kompilasi dari lagu-lagu aliran “New Age”. Nah, dari situ saya hanya sebatas suka pada lagu-lagunya tanpa peduli siapa musisinya. Tapi, sejak kakak saya tadi membeli sebuah kaset VCD album konser Yanni “Tribute” pada tahun 97 kalau tidak salah, saya seketika jadi jatuh kagum pada sosok Yanni beserta karya-karyanya.
Oh ya, si Yanni ini adalah salah satu musisi langka loh. Kenapa?? Karena ia merupakan seorang musisi Otodidak, dan yang lebih mengagumkan, walaupun ia seorang komposer yang telah menelurkan beberapa megahits, si Yanni ini ternyata tidak bisa membaca not balok.. Hmm.. Unbelievable.. But, It`s true..
Baiklah, tanpa banyak basa basi, saya akan share beberapa lagu Yanni dari album “Tribute” yang paling saya gemari dan membuat saya makin ketagihan dengan lagulagu Yanni.. Cekidot...
5. Nightingale
Hmm.. unsur etnik China sangat kental terasa dalam lagu ini...
4. Renegade
Saya sangat menyukai mendengarkan biola, dan di lagu ini permainan biolanya kereen.. (y)
3. Waltz in 7/8
Lagu ini bisa menenangkan cooy, dijamin bakalan geleng-geleng sendiri deh.. Paling mantap tuh permainan keybord solo dari Ming Freeman di ujungnya.. Uhh.. :D
2. Adagio in C Minor
Dibuka dengan alunan cello yang lembut.. Hmm.. Lagu sedih?? Maybe..
1. Tribute
Nah, judul lagu yang sama dengan judul albumnya. Lagu ini paling saya sukai di album ini. Apalagi ada biola yahud di ujungnya...
Oke sekian.. Semoga tak banyak yang tidak setuju dengan saya kalau lagu-lagu dari si Yunani satu ini keren abis..
Saya pertama kali menggemari dan mengagumi karya musik Yanni ketika saudara tertua saya sering mendengarkan lagu-lagu dari album “Inspirational Moment” yang merupakan kompilasi dari lagu-lagu aliran “New Age”. Nah, dari situ saya hanya sebatas suka pada lagu-lagunya tanpa peduli siapa musisinya. Tapi, sejak kakak saya tadi membeli sebuah kaset VCD album konser Yanni “Tribute” pada tahun 97 kalau tidak salah, saya seketika jadi jatuh kagum pada sosok Yanni beserta karya-karyanya.
Oh ya, si Yanni ini adalah salah satu musisi langka loh. Kenapa?? Karena ia merupakan seorang musisi Otodidak, dan yang lebih mengagumkan, walaupun ia seorang komposer yang telah menelurkan beberapa megahits, si Yanni ini ternyata tidak bisa membaca not balok.. Hmm.. Unbelievable.. But, It`s true..
Baiklah, tanpa banyak basa basi, saya akan share beberapa lagu Yanni dari album “Tribute” yang paling saya gemari dan membuat saya makin ketagihan dengan lagulagu Yanni.. Cekidot...
5. Nightingale
Hmm.. unsur etnik China sangat kental terasa dalam lagu ini...
4. Renegade
Saya sangat menyukai mendengarkan biola, dan di lagu ini permainan biolanya kereen.. (y)
3. Waltz in 7/8
Lagu ini bisa menenangkan cooy, dijamin bakalan geleng-geleng sendiri deh.. Paling mantap tuh permainan keybord solo dari Ming Freeman di ujungnya.. Uhh.. :D
2. Adagio in C Minor
Dibuka dengan alunan cello yang lembut.. Hmm.. Lagu sedih?? Maybe..
1. Tribute
Nah, judul lagu yang sama dengan judul albumnya. Lagu ini paling saya sukai di album ini. Apalagi ada biola yahud di ujungnya...
Oke sekian.. Semoga tak banyak yang tidak setuju dengan saya kalau lagu-lagu dari si Yunani satu ini keren abis..
04 Maret 2013
KILLER TEACHER, FORGIVE ME..
Ini True Story loh..
“Hei kamu.., cepat masuk barisan..!!! upacara sudah dimulai, jalannya kok masih santai.,” guru itu berteriak padaku yang (lagi-lagi) datang terlambat pada hari senin.
”Sebentar, mau simpan ini dulu (sambil menunjuk ke arah tas ransel)”. Jawabku dengan nada yang bisa dibilang sangat kasar dan kurang ajar. Maklumlah, saat itu saya berpikir bahwa guru itu pantas mendapatkannya, karena menurut sepengetahuanku ia merupakan salah seorang guru yang dianggap ”killer” oleh para siswa lainnya.
“Ooo.., jadi begitu caramu kalau bicara dengan guru yah., awas kamu kalau saya dapat di kelas.,” diapun balik mengancamku.
Seketika saya langsung berlari ke arah barisan upacara yang telah tertata dengan rapi, tanpa mempedulikan celotehan guru tadi. Sebagaimana siswa “puber” lainnya, saya yang ketika itu masih duduk di bangku kelas XI merasa puas telah membuat guru “killer” mencak-mencak padaku. Juga karena saya sendiri merasa yakin tidak akan bertemu dengannya di ruang kelas nantinya, karena ia memang tidak mempunyai jadwal mengajar di kelasku saat itu, dan saya yakin pula bahwa ia tetap tidak akan mengajar di kelasku hingga saya tamat nanti, karena ia guru spesialis IPS yang notabene bukan jurusanku.
Namun, Tuhan punya cerita lain. Perkiraanku ternyata terpatahkan ketika mulai menginjak kelas XII. Jantungku langsung tak karuan melihat namanya tercantum sebagai salah seorang pengajar di kelasku. Satu hal yang langsung muncul di benakku adalah saya akan langsung mendapat image yang kurang baik dari dia akibat perbuatanku padanya beberapa saat yang lalu, karena selain dikenal sebagai guru “killer”, ia juga dikenal sebagai guru yang kuat daya ingatannya (diapun mengakui hal ini).
Dan, disinilah “kemisteriusan” Tuhan kembali muncul. Dugaanku kembali terpatahkan untuk kesekian kalinya, saat pertama kali ia masuk mengajar di kelasku, saat itu seakan-akan menjadi awal pertemuan bagi kami, tak terlintas sedikitpun di benaknya akan kelakuanku padanya dulu. Dan Subhanallah, segala dugaan serta opini para siswa (termasuk saya) tentang dia ternyata SALAH TOTAL...!!! dia rupanya seorang guru yang sangat memperhatikan siswanya, sangat penyayang, dan entah sifat baik apalagi yang harus saya tuliskan di sini, beliau tak segan untuk mengerahkan segala yang ia punya untuk yang terbaik bagi para siswanya. (God, Forgive me)..
Hari-hari pun telah berlalu, saya dan kawan-kawan seangkatanku telah memilih jalur study masing-masing, saya sendiri telah kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta (saat itu) di luar kota. Mendengar sekolahku akan mengadakan acara reuni akbar, sayapun berusaha untuk menghadirinya karena keinginan yang kuat ntuk bertemu kembali dan bercengkrama dengan teman-teman lama. Dan Alhamdulillah hari reuni itu ternyata bertepatan dengan hari libur kuliahku, dan tentu saja saya siap untuk hadir.
Beberapa hari menjelang acara, saya berinisiatif mengunjungi sekolah, sembari melihat beberapa pertandingan olahraga yang khusus digelar dalam rangka menyambut acara akbar tersebut. Dan ternyata, tanpa saya sadari, saya bertemu kembali dengan guru tadi, beliau sedang berbincang-bincang hangat dengan beberapa guru lainnya. Setelah saya menyapa mereka, kalimat pertama yang meluncur dari guru itu membuat hatiku bergetar seketika, ”INI DIA MURID KESAYANGANKU BARU DATANG............”
Kalimat itu membuat hatiku seakan ingin menangis, mengingat apa yang telah kuperbuat dan anggapanku terhadapnya di masa lampau (langsung maupun tidak langsung). Saya sadar, betapa Tuhan menjadikan dirinya, guru yang pernah kubenci, ingat akan hal-hal yang baik tentangku, dan melupakan hal-hal yang buruk dan seharusnya menyakitkan. Meskipun ia dikenal sebagai orang yang kuat daya ingatnya.
Astaghfirullah, seandainya bersujud kepada sesama manusia itu tidak dilarang, maka tentu saya sudah bersujud di kaki guru itu, saya tak mampu membayangkan bagaimana jika Tuhan tak mempertemukan kami untuk kedua kalinya......
”Janganlah kalian terlalu membenci sesuatu, karena boleh jadi dia baik bagimu.............”
(dipublikasi kembali dengan mengubah beberapa redaksi)
“Hei kamu.., cepat masuk barisan..!!! upacara sudah dimulai, jalannya kok masih santai.,” guru itu berteriak padaku yang (lagi-lagi) datang terlambat pada hari senin.
”Sebentar, mau simpan ini dulu (sambil menunjuk ke arah tas ransel)”. Jawabku dengan nada yang bisa dibilang sangat kasar dan kurang ajar. Maklumlah, saat itu saya berpikir bahwa guru itu pantas mendapatkannya, karena menurut sepengetahuanku ia merupakan salah seorang guru yang dianggap ”killer” oleh para siswa lainnya.
“Ooo.., jadi begitu caramu kalau bicara dengan guru yah., awas kamu kalau saya dapat di kelas.,” diapun balik mengancamku.
Seketika saya langsung berlari ke arah barisan upacara yang telah tertata dengan rapi, tanpa mempedulikan celotehan guru tadi. Sebagaimana siswa “puber” lainnya, saya yang ketika itu masih duduk di bangku kelas XI merasa puas telah membuat guru “killer” mencak-mencak padaku. Juga karena saya sendiri merasa yakin tidak akan bertemu dengannya di ruang kelas nantinya, karena ia memang tidak mempunyai jadwal mengajar di kelasku saat itu, dan saya yakin pula bahwa ia tetap tidak akan mengajar di kelasku hingga saya tamat nanti, karena ia guru spesialis IPS yang notabene bukan jurusanku.
Namun, Tuhan punya cerita lain. Perkiraanku ternyata terpatahkan ketika mulai menginjak kelas XII. Jantungku langsung tak karuan melihat namanya tercantum sebagai salah seorang pengajar di kelasku. Satu hal yang langsung muncul di benakku adalah saya akan langsung mendapat image yang kurang baik dari dia akibat perbuatanku padanya beberapa saat yang lalu, karena selain dikenal sebagai guru “killer”, ia juga dikenal sebagai guru yang kuat daya ingatannya (diapun mengakui hal ini).
Dan, disinilah “kemisteriusan” Tuhan kembali muncul. Dugaanku kembali terpatahkan untuk kesekian kalinya, saat pertama kali ia masuk mengajar di kelasku, saat itu seakan-akan menjadi awal pertemuan bagi kami, tak terlintas sedikitpun di benaknya akan kelakuanku padanya dulu. Dan Subhanallah, segala dugaan serta opini para siswa (termasuk saya) tentang dia ternyata SALAH TOTAL...!!! dia rupanya seorang guru yang sangat memperhatikan siswanya, sangat penyayang, dan entah sifat baik apalagi yang harus saya tuliskan di sini, beliau tak segan untuk mengerahkan segala yang ia punya untuk yang terbaik bagi para siswanya. (God, Forgive me)..
Hari-hari pun telah berlalu, saya dan kawan-kawan seangkatanku telah memilih jalur study masing-masing, saya sendiri telah kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta (saat itu) di luar kota. Mendengar sekolahku akan mengadakan acara reuni akbar, sayapun berusaha untuk menghadirinya karena keinginan yang kuat ntuk bertemu kembali dan bercengkrama dengan teman-teman lama. Dan Alhamdulillah hari reuni itu ternyata bertepatan dengan hari libur kuliahku, dan tentu saja saya siap untuk hadir.
Beberapa hari menjelang acara, saya berinisiatif mengunjungi sekolah, sembari melihat beberapa pertandingan olahraga yang khusus digelar dalam rangka menyambut acara akbar tersebut. Dan ternyata, tanpa saya sadari, saya bertemu kembali dengan guru tadi, beliau sedang berbincang-bincang hangat dengan beberapa guru lainnya. Setelah saya menyapa mereka, kalimat pertama yang meluncur dari guru itu membuat hatiku bergetar seketika, ”INI DIA MURID KESAYANGANKU BARU DATANG............”
Kalimat itu membuat hatiku seakan ingin menangis, mengingat apa yang telah kuperbuat dan anggapanku terhadapnya di masa lampau (langsung maupun tidak langsung). Saya sadar, betapa Tuhan menjadikan dirinya, guru yang pernah kubenci, ingat akan hal-hal yang baik tentangku, dan melupakan hal-hal yang buruk dan seharusnya menyakitkan. Meskipun ia dikenal sebagai orang yang kuat daya ingatnya.
Astaghfirullah, seandainya bersujud kepada sesama manusia itu tidak dilarang, maka tentu saya sudah bersujud di kaki guru itu, saya tak mampu membayangkan bagaimana jika Tuhan tak mempertemukan kami untuk kedua kalinya......
”Janganlah kalian terlalu membenci sesuatu, karena boleh jadi dia baik bagimu.............”
(dipublikasi kembali dengan mengubah beberapa redaksi)
01 Maret 2013
GOODBYE FEBRUARY...!!!
Bangun tidur tadi pagi, terasa biasa saja. Namun, lama kelamaan akhirnya sadar juga ada sesuatu yang kurang begitu penting. Yaitu, hari ini ternyata adalah SATU MARET (nda penting kan)...
Satu Maret mengindikasikan bahwa kita telah masuk pada langkah ketiga di tahun 2012. Dan, mengapa saya sampai harus menyempatkan diri untuk menulis seputar satu Maret ialah karena bulan sebelumnya. Ya, Februari.. Merupakan bulan yang penuh dengan hal-hal tak menyenangkan, dan tentunya penuh dengan rasa galau (tak perlu bertanya mengapa).. Jujur saja, Februari kemarin merupakan Februari terparah seumur hidup.. Waaahh.. Hampir hopeless saya dibuatnya.. Berbagai cara sudah dicoba untuk segera beralih dari rasa galau berkepanjangan. Mulai dari mencari-cari kesibukan, tapi.... Februari itu penuh dengan hari libur gaan.. -__-
Berlanjut pada berusaha menjauh sejenak dengan go to homeland, awalnya sih berhasil, tapi makin kesini, apalagi jika harus kembali lagi, rasa galaunya malah semakin tak keruan.. Waaahh.. inilah mungkin titik nadirnya, betul betul hilang asa dan Uuhh.. No comment dah..

WELCOME TO MARCH... Yaaah, di awal bulan tiga ini saya hanya bisa berharap semoga segala kejadian dan perasaan tak menyenangkan yang menyemai bertunas hingga berakar sangat dalam di bulan Februari bisa segera teratasi. Dan jika Tuhan berkenan, akan berganti dengan hal-hal menyenangkan.. Aamiin..
Semoga dan semoga lagi, setiap aktivitas yang dapat dilakukan di bulan Maret ini dapat bernilai maksimal di mata Tuhan dan tentu saja di mata makhluk Tuhan lainnya.. Dan kalaupun masih harus bergelut dengan rasa seperti ini, yah.. It`s up to You, God..!!! You are the Majesty, not me.. But, You are the Merciful too.. :D
Daaann.. Sebagai makhluk yang diberikan kesempatan berdoa, saya akan terus memanfaatkan kesempatan itu.. Semoga kalimat “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius” dapat tersaji di hadapanku bulan ini.. Yah, hopefully this is the good March, and happy ending will be start here.. Aaamiiin lagi.. :D
Satu Maret mengindikasikan bahwa kita telah masuk pada langkah ketiga di tahun 2012. Dan, mengapa saya sampai harus menyempatkan diri untuk menulis seputar satu Maret ialah karena bulan sebelumnya. Ya, Februari.. Merupakan bulan yang penuh dengan hal-hal tak menyenangkan, dan tentunya penuh dengan rasa galau (tak perlu bertanya mengapa).. Jujur saja, Februari kemarin merupakan Februari terparah seumur hidup.. Waaahh.. Hampir hopeless saya dibuatnya.. Berbagai cara sudah dicoba untuk segera beralih dari rasa galau berkepanjangan. Mulai dari mencari-cari kesibukan, tapi.... Februari itu penuh dengan hari libur gaan.. -__-
Berlanjut pada berusaha menjauh sejenak dengan go to homeland, awalnya sih berhasil, tapi makin kesini, apalagi jika harus kembali lagi, rasa galaunya malah semakin tak keruan.. Waaahh.. inilah mungkin titik nadirnya, betul betul hilang asa dan Uuhh.. No comment dah..

WELCOME TO MARCH... Yaaah, di awal bulan tiga ini saya hanya bisa berharap semoga segala kejadian dan perasaan tak menyenangkan yang menyemai bertunas hingga berakar sangat dalam di bulan Februari bisa segera teratasi. Dan jika Tuhan berkenan, akan berganti dengan hal-hal menyenangkan.. Aamiin..
Semoga dan semoga lagi, setiap aktivitas yang dapat dilakukan di bulan Maret ini dapat bernilai maksimal di mata Tuhan dan tentu saja di mata makhluk Tuhan lainnya.. Dan kalaupun masih harus bergelut dengan rasa seperti ini, yah.. It`s up to You, God..!!! You are the Majesty, not me.. But, You are the Merciful too.. :D
Daaann.. Sebagai makhluk yang diberikan kesempatan berdoa, saya akan terus memanfaatkan kesempatan itu.. Semoga kalimat “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius” dapat tersaji di hadapanku bulan ini.. Yah, hopefully this is the good March, and happy ending will be start here.. Aaamiiin lagi.. :D
28 Februari 2013
SERUPA TAPI TAK SAMA
Beberapa hari yang lalu (lumayan lama sih), saya mendapati sebuah momen yang menurut saya unik.. Ini dia...

Dalam foto ini, ada seorang anak perempuan dengan seragam sekolah dan dengan wajah yang berseri berjalan dengan wajah ceria. Selang beberapa saat kemudian, saya kembali melihat anak dengan usia yang relatif sama dengan yang tadi. Namun di antara kedua anak ini terdapat perbedaan yang sangat mencolok, anak kedua yang saya lihat tidak memakai seragam sekolah, melainkan hanya sepasang pakaian lusuh, dan bukannya perlengkapan layaknya anak seumurannya, ia justru membawa sebuah karung yang entah berisi apa. Dan (juga) tidak seperti anak yang pertama tadi, ia tidak menuju ke sekolah, melainkan menuju ke sebuah tempat pembuangan sampah dan mulai memungut benda-benda yang dia anggap bermanfaat.
Beginikah realita hidup yang harus dijalani oleh mereka? sungguh sebuah kenyataan yang memiriskan hati, betapa anak-anak seumuran mereka yang seharusnya sudah pergi berangkat ke sekolah, justru harus "berbelok" arah menuju suatu tempat yang justru dijauhi oleh orang-orang kebanyakan. mengapa hal ini bisa terjadi?
Pendidikan merupakan sebuah jalan bagi seseorang untuk meraih masa depan. tinggal kita yang memilih, apakah kita akan melalui jalur pendidikan formal (sekolah) seperti yang dilakukan anak yang perama tadi? ataukah mengambil pendidikan nonsekolah yang kita dapat belajar sesuatu "hanya" dari hal-hal yang sehari-harinya kita temui? (mudah-mudahan anak yang kedua melalui jalur ini). Namun, bukankah ini menjadi tanda tanya besar di Negeri yang katanya bersandar pada Undang-undang yang di dalamnya dengan tegas menuliskan salah satu cita-cita negara adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Nah, jika mindset kita di negara ini bahwa cerdas adalah harus sekolah, maka apa yang akan terjadi dengan anak yang kedua tadi?? Wallahu A`lam.....
Apakah yang dilakukan anak yang kedua tadi merupakan suatu jalan menuju masa depan yang diyakininya?? jawabanya mungkin ya mungkin tidak, hanya dia sendiri yang mengetahui, karena dialah yang menjalankannya. dan semoga dia yakin bahwa Allah SWT punya rencana dibalik segala sesuatunya...

Dalam foto ini, ada seorang anak perempuan dengan seragam sekolah dan dengan wajah yang berseri berjalan dengan wajah ceria. Selang beberapa saat kemudian, saya kembali melihat anak dengan usia yang relatif sama dengan yang tadi. Namun di antara kedua anak ini terdapat perbedaan yang sangat mencolok, anak kedua yang saya lihat tidak memakai seragam sekolah, melainkan hanya sepasang pakaian lusuh, dan bukannya perlengkapan layaknya anak seumurannya, ia justru membawa sebuah karung yang entah berisi apa. Dan (juga) tidak seperti anak yang pertama tadi, ia tidak menuju ke sekolah, melainkan menuju ke sebuah tempat pembuangan sampah dan mulai memungut benda-benda yang dia anggap bermanfaat.
Beginikah realita hidup yang harus dijalani oleh mereka? sungguh sebuah kenyataan yang memiriskan hati, betapa anak-anak seumuran mereka yang seharusnya sudah pergi berangkat ke sekolah, justru harus "berbelok" arah menuju suatu tempat yang justru dijauhi oleh orang-orang kebanyakan. mengapa hal ini bisa terjadi?
Pendidikan merupakan sebuah jalan bagi seseorang untuk meraih masa depan. tinggal kita yang memilih, apakah kita akan melalui jalur pendidikan formal (sekolah) seperti yang dilakukan anak yang perama tadi? ataukah mengambil pendidikan nonsekolah yang kita dapat belajar sesuatu "hanya" dari hal-hal yang sehari-harinya kita temui? (mudah-mudahan anak yang kedua melalui jalur ini). Namun, bukankah ini menjadi tanda tanya besar di Negeri yang katanya bersandar pada Undang-undang yang di dalamnya dengan tegas menuliskan salah satu cita-cita negara adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Nah, jika mindset kita di negara ini bahwa cerdas adalah harus sekolah, maka apa yang akan terjadi dengan anak yang kedua tadi?? Wallahu A`lam.....
Apakah yang dilakukan anak yang kedua tadi merupakan suatu jalan menuju masa depan yang diyakininya?? jawabanya mungkin ya mungkin tidak, hanya dia sendiri yang mengetahui, karena dialah yang menjalankannya. dan semoga dia yakin bahwa Allah SWT punya rencana dibalik segala sesuatunya...
26 Februari 2013
SENJA... OH... SENJA
Selamat Soreeee Kawan.. (gak tau bahasa asingnya).. Berbeda dengan pagi tadi, sore kali ini kondisi ane jauh lebih segar, tak ada usap usap muka, tak ada lagi sisa sisa mata merah, dan tak ada lagi hoaam hoaaaman (istilah apa sih).. Kali ini, ane dah rapi, wangi (pendapat pribadi-pen), dan tentu saja, karena baru mandi (*janganTengokJam) :D
Hmm.. Senja, menjadi waktu yang lumayan sibuk bagi kebanyakan orang. Yap, waktu senja merupakan waktu kedua dalam sehari dimana jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang lalu lalang alias MACET.. Karena, oleh teori yang dikemukakan oleh seorang ahli ilmu permacetan dunia, macet di waktu senja adalah diakibatkan karena itu merupakan waktu yang paling tepat bagi para pekerja untuk pulang ke habitat keluarganya masing-masing. Sehingga jangan heran dan mengeluh jika senja menjadi semacet pagi, karena kemacetan di pagi hari berbanding hampir sama dengan kemacetan di senja/sore hari.
Tapiiii.... Bagi saya, senja kali ini merupakan waktu yang pas (atau lebih tepatnya “tersisa”) untuk memulai dan melanjutkan kembali aktivitas. Dan aktivitas saya di senja kali ini adalah........

Berbicara tentang senja, saya jadi teringat tentang bagaimana filosofi perjalanan hidup seorang manusia. Ya, senja sebagai waktu peralihan dari siang (baca: terang) menuju malam (baca: gelap) dapat kita hubungkan dengan bagaimana perjalanan kehidupan manusia loh (ciyuuusss???). Hmm.. Seperti yang kita ketahui bersama, kehidupan manusia tidak selamanya berjalan penuh suka, penuh keceriaan, dan kebahagiaan. Kehidupan pun pasti akan dilalui dengan berbagai keadaan duka, muram, GALAU, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Nah, jika kita ibaratkan masa bahagia itu adalah masa terang (siang), maka malam menjadi perumpamaan untuk masa-masa suram dalam hidup (ceilee). Jadi, senja adalah (*ala_guru_matematika) peralihan dari masa bahagia menuju masa suram dalam hidup. Yaa.. Meskipun kita tidak mengharapkan, tapi masa suram itu pasti akan datang juga, sebagai bukti bahwa kita adalah Hamba Tuhan yang harus diuji keimanannya kan..
Nah.. jika siang adalah masa "terang" dan malam merupakan masa "gelap" dalam hidup, maka masa senja merupakan persiapan bagi kita semua untuk menghadapi masa gelap malam kehidupan. Semoga tidak banyak yang tak setuju dengan ungkapan penghubung-hubungan saya ini. Dan, dalam menghadapi waktu senja, kita telah dibekali beberapa “suplemen” penambah kekuatan oleh Tuhan, yaitu pesona alam yang indah di kala senja. Semoga tidak sedikit yang sepaham dengan saya, kalau saat senja merupakan saat alam menampakkan wajah cantiknya selain di waktu pagi hari.
So, selamat sore kawan.. Bagi yang roda kehidupannya sedang berada pada masa senja, mari kita nikmati sunset senja ini, lalu melewati masa malam nan kelam dengan berbagai doa dan harapan, semoga sang fajar muncul kembali esok hari.........


Hmm.. Senja, menjadi waktu yang lumayan sibuk bagi kebanyakan orang. Yap, waktu senja merupakan waktu kedua dalam sehari dimana jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang lalu lalang alias MACET.. Karena, oleh teori yang dikemukakan oleh seorang ahli ilmu permacetan dunia, macet di waktu senja adalah diakibatkan karena itu merupakan waktu yang paling tepat bagi para pekerja untuk pulang ke habitat keluarganya masing-masing. Sehingga jangan heran dan mengeluh jika senja menjadi semacet pagi, karena kemacetan di pagi hari berbanding hampir sama dengan kemacetan di senja/sore hari.
Tapiiii.... Bagi saya, senja kali ini merupakan waktu yang pas (atau lebih tepatnya “tersisa”) untuk memulai dan melanjutkan kembali aktivitas. Dan aktivitas saya di senja kali ini adalah........

Berbicara tentang senja, saya jadi teringat tentang bagaimana filosofi perjalanan hidup seorang manusia. Ya, senja sebagai waktu peralihan dari siang (baca: terang) menuju malam (baca: gelap) dapat kita hubungkan dengan bagaimana perjalanan kehidupan manusia loh (ciyuuusss???). Hmm.. Seperti yang kita ketahui bersama, kehidupan manusia tidak selamanya berjalan penuh suka, penuh keceriaan, dan kebahagiaan. Kehidupan pun pasti akan dilalui dengan berbagai keadaan duka, muram, GALAU, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Nah, jika kita ibaratkan masa bahagia itu adalah masa terang (siang), maka malam menjadi perumpamaan untuk masa-masa suram dalam hidup (ceilee). Jadi, senja adalah (*ala_guru_matematika) peralihan dari masa bahagia menuju masa suram dalam hidup. Yaa.. Meskipun kita tidak mengharapkan, tapi masa suram itu pasti akan datang juga, sebagai bukti bahwa kita adalah Hamba Tuhan yang harus diuji keimanannya kan..
Nah.. jika siang adalah masa "terang" dan malam merupakan masa "gelap" dalam hidup, maka masa senja merupakan persiapan bagi kita semua untuk menghadapi masa gelap malam kehidupan. Semoga tidak banyak yang tak setuju dengan ungkapan penghubung-hubungan saya ini. Dan, dalam menghadapi waktu senja, kita telah dibekali beberapa “suplemen” penambah kekuatan oleh Tuhan, yaitu pesona alam yang indah di kala senja. Semoga tidak sedikit yang sepaham dengan saya, kalau saat senja merupakan saat alam menampakkan wajah cantiknya selain di waktu pagi hari.
So, selamat sore kawan.. Bagi yang roda kehidupannya sedang berada pada masa senja, mari kita nikmati sunset senja ini, lalu melewati masa malam nan kelam dengan berbagai doa dan harapan, semoga sang fajar muncul kembali esok hari.........


Menyapa Pagi Melalui (Bersama) Mimpi
Buongiorno, Buenos dias, Guten Morgen, Ohayou Gozaimasu, Good Morning, Sabah al-khair, Selamat Pagi kawan.... *usapmuka
Sudah lama tak melihat dan menikmati sunrise pagi yang menawan. Bukan hanya karena memang saat ini sedang musim hujan, tapi yaaa.. Itu dia, JARANG bangun pagi.. Hehe..
Pagi, saat dimana sebagian besar (bahkan hampir semua) makhluk bernama manusia memulai aktivitasnya, memulai langkah, dan melanjutkan hal yang telah dikerjakan kemarin. Pagi, menjadi simbol awal langkah baru dan kesegaran jasmani dan batin setelah beristirahat penuh dalam keheningan dan kegelapan. Nah, yang jadi masalah adalah masih ada pula mereka yang asyik bermimpi di pagi hari (termasuk saya sendiri), entah mengapa waktu pagi merupakan waktu yang sangat pas untuk “memulai” kembali “mimpi yang tertunda” karena azan subuh, dan menjadi langkah baru dalam gaya tidur (mohon tidak dicontoh, adegan ini hanya sandiwara sesaat *eh).

Lalu, apa hubungannya antara pagi dan mimpi?? Saya tak akan menyinggung tentang mereka yang masih asyik bermimpi di pagi hari (tidur aja lah, jangan tersinggung ya.. ;)). Jika kita mengartikan mimpi sebagai bunga tidur, maka tentu saja semua orang yang merasa telah sukses dengan kerja kerasnya akan menentang setiap manusia yang menjadikan pagi sebagai tempat bersarangnya mimpi (semoga tidak jadi undang-undang.. *usapkeringat). Tapi, jika kita mengartikan mimpi sebagai suatu hal yang diimpikan dan diharapkan terjadi di masa mendatang, maka tentu saja hampir semua sepakat bahwa pagi adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Ya, memulai mimpi menjadi siapa dan apa kita ke depannya. Maka, bagi mereka yang hobi bermimpi, pagi menjadi waktu favorit untuk merem.. (Maapkan..). Dan bagi mereka yang punya mimpi, pagi menjadi sahabat baik untuk memulai jalan menuju mimpi, setelah sebelumnya berdoa pada Tuhan di waktu subuh (bagi yang merayakan). Entah itu terdapat sunrise atau mendung, pagi menjadi waktu yang pas untuk memulai semuanya bagi mereka yang punya semangat untuk mengejar dan meraih mimpi dan mewujudkannya di kehidupan nyata bernama masa depan. Nah, bagi mereka yang punya semangat untuk “betul-betul bermimpi”, maka mendung adalah saat yang SANGAT TEPAT.... Zzzzzzzzzzzzzz....
Sekian catatan pagi ini.. Semoga mimpi saya, Anda, mereka, dan kita semua tidak berakhir mengenaskan di tangan alarm... *MariBermimpi
Sudah lama tak melihat dan menikmati sunrise pagi yang menawan. Bukan hanya karena memang saat ini sedang musim hujan, tapi yaaa.. Itu dia, JARANG bangun pagi.. Hehe..
Pagi, saat dimana sebagian besar (bahkan hampir semua) makhluk bernama manusia memulai aktivitasnya, memulai langkah, dan melanjutkan hal yang telah dikerjakan kemarin. Pagi, menjadi simbol awal langkah baru dan kesegaran jasmani dan batin setelah beristirahat penuh dalam keheningan dan kegelapan. Nah, yang jadi masalah adalah masih ada pula mereka yang asyik bermimpi di pagi hari (termasuk saya sendiri), entah mengapa waktu pagi merupakan waktu yang sangat pas untuk “memulai” kembali “mimpi yang tertunda” karena azan subuh, dan menjadi langkah baru dalam gaya tidur (mohon tidak dicontoh, adegan ini hanya sandiwara sesaat *eh).

Lalu, apa hubungannya antara pagi dan mimpi?? Saya tak akan menyinggung tentang mereka yang masih asyik bermimpi di pagi hari (tidur aja lah, jangan tersinggung ya.. ;)). Jika kita mengartikan mimpi sebagai bunga tidur, maka tentu saja semua orang yang merasa telah sukses dengan kerja kerasnya akan menentang setiap manusia yang menjadikan pagi sebagai tempat bersarangnya mimpi (semoga tidak jadi undang-undang.. *usapkeringat). Tapi, jika kita mengartikan mimpi sebagai suatu hal yang diimpikan dan diharapkan terjadi di masa mendatang, maka tentu saja hampir semua sepakat bahwa pagi adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Ya, memulai mimpi menjadi siapa dan apa kita ke depannya. Maka, bagi mereka yang hobi bermimpi, pagi menjadi waktu favorit untuk merem.. (Maapkan..). Dan bagi mereka yang punya mimpi, pagi menjadi sahabat baik untuk memulai jalan menuju mimpi, setelah sebelumnya berdoa pada Tuhan di waktu subuh (bagi yang merayakan). Entah itu terdapat sunrise atau mendung, pagi menjadi waktu yang pas untuk memulai semuanya bagi mereka yang punya semangat untuk mengejar dan meraih mimpi dan mewujudkannya di kehidupan nyata bernama masa depan. Nah, bagi mereka yang punya semangat untuk “betul-betul bermimpi”, maka mendung adalah saat yang SANGAT TEPAT.... Zzzzzzzzzzzzzz....
Sekian catatan pagi ini.. Semoga mimpi saya, Anda, mereka, dan kita semua tidak berakhir mengenaskan di tangan alarm... *MariBermimpi
Langganan:
Postingan (Atom)