28 Februari 2013

Tracklist: 5 Relaxing Instrumental (part 1)

Kawan, Anda pernah mengalami hari penuh pikiran?? Merasa jenuh?? Atau bahkan hampir gila?? Kini ada klinik T*ng F*ng yang siap menyembuhkan Anda tanpa operasi.. (STOOOOP.... Bukan ituuu.. -__-)

Maap..Maap.. :D

Tapi, jika Anda betul pernah mengalami hal-hal di atas, saya punya beberapa tracklist yang bisa membantu Anda untuk rileks dari beberapa pikiran yang menumpuk.. Tentunya ini hanya penilaian subjektif saya, tapi semoga tidak banyak dari Anda yang tidak setuju dengan ini.. Cekidot...

(catatan: jangan heran jika dalam tracklist ini kebanyakan dari Yanni, soalnya saya penggemar berat musisi aliran “new age” otodidak dari Yunani ini)

5. Yanni - Playing By Heart (Album: Ethnicity)



Dengan tempo yang agak nge-beat, lagu ini sangat pas dijadikan pembuka dari proses “terapi relaksasi” Anda, alunan nada yang dominan dari sebuah alat musik tiup (tak tau namanya).. Nah, jika Anda betul-betul meresapi alunan musik dalam lagu ini, saya jamin tanpa sadar beberapa anggota tubuh Anda akan ikut bergoyang.. So, lets joget with this.. :D

4. Vanessa Mae - I`m a Doun For Lack O`Johnnie (A Little Scottish Fantasy) (Album: Fantastic Violin)



Vanessa..oh..Vanessa... Ajari aku main biola dong.. *mupeng

Nah, si Vanessa ini memang si violinis jempolan deh (kayak nama buah.. *itu JEMBOLAN qaqa.. -__-).. Dan lagunya yang paling ane suka ya “I`m a Doun For Lack O`Johnnie” ini, bikin merinding euy.. Dan iramanya juga tidak terlalu nge-beat (seperti dalam “Contaradanza”) sehingga pas untuk dijadikan track pembantu relaksasi pikiran Anda sobat. Apalagi pas menyentuh klimask lagunya (yang menurut ane ada di pertengahan lagu). Dan masih menurut ane nih gan, lagu ini membuat kita kembali mengingat momen-momen indah dalam hidup kita (pas buat relaksasi kan )

3. Yanni – Tribute (Album: Tribute)



Dan setelah bernostalgia dengan memori indah bersama si Vanessa, lanjut kita ke lagu yang dimainkan Yanni bersama sebuah orchestra ini. FYI, saya pertama jatuh cinta sama karya si Yanni dan aliran musik “new age” ya karena album ini. Dibuka dengan alunan Violin dan Cello yang uuhh.. Lagu ini saya yakin bakalan membuat seluruh tubuh Anda mulai lemas dan bayangan memori indah Anda berlanjut ke impian indah.. Sebuah jalan menuju istirahat yang sempurna..

2. Yanni - So Long My Friend (Album: Love Songs)



Tuh kan, Yanni lagi. Lagu yang sangat lembut ini, didominasi oleh deru piano/keybord khas sang maestro. Saya kembali menjamin, mendengar lagu ini tubuh Anda yang telah lemas oleh “Tribute” akan semakin terbawa dalam suasana rileks dan nyaman..

1. Stephen Rhodes – Voice of Compassion (Album: Pure Healing)



Nah, jika tubuh Anda betul-betul telah siap untuk rileks dan istirahat nyaman, maka track terakhir ini akan membawa Anda pada puncak relaksasi (jika beruntung mimpi indah akan menyusul). Alunan piano yang mendominasi dalam lagu berdurasi lumayan lama ini saya jamin akan membuat Anda betul betul rileks dan pikiran penat Anda akan terasa semakin tenang. This is the moment.. :D

Sebuah informasi yang lumayan tak penting, lagu ini pernah saya putarkan pada sebuah kelas pelatihan sebagai tujuan relaksasi sejenak setelah melalui seharian yang melelahkan. Dan hasilnya, para peserta dengan nyenyaknya tertidur pulas di dalam ruangan.. :D

Nah, ini baru part 1, tunggu part berikutnya nah.. :D

SERUPA TAPI TAK SAMA

Beberapa hari yang lalu (lumayan lama sih), saya mendapati sebuah momen yang menurut saya unik.. Ini dia...



Dalam foto ini, ada seorang anak perempuan dengan seragam sekolah dan dengan wajah yang berseri berjalan dengan wajah ceria. Selang beberapa saat kemudian, saya kembali melihat anak dengan usia yang relatif sama dengan yang tadi. Namun di antara kedua anak ini terdapat perbedaan yang sangat mencolok, anak kedua yang saya lihat tidak memakai seragam sekolah, melainkan hanya sepasang pakaian lusuh, dan bukannya perlengkapan layaknya anak seumurannya, ia justru membawa sebuah karung yang entah berisi apa. Dan (juga) tidak seperti anak yang pertama tadi, ia tidak menuju ke sekolah, melainkan menuju ke sebuah tempat pembuangan sampah dan mulai memungut benda-benda yang dia anggap bermanfaat.

Beginikah realita hidup yang harus dijalani oleh mereka? sungguh sebuah kenyataan yang memiriskan hati, betapa anak-anak seumuran mereka yang seharusnya sudah pergi berangkat ke sekolah, justru harus "berbelok" arah menuju suatu tempat yang justru dijauhi oleh orang-orang kebanyakan. mengapa hal ini bisa terjadi?

Pendidikan merupakan sebuah jalan bagi seseorang untuk meraih masa depan. tinggal kita yang memilih, apakah kita akan melalui jalur pendidikan formal (sekolah) seperti yang dilakukan anak yang perama tadi? ataukah mengambil pendidikan nonsekolah yang kita dapat belajar sesuatu "hanya" dari hal-hal yang sehari-harinya kita temui? (mudah-mudahan anak yang kedua melalui jalur ini). Namun, bukankah ini menjadi tanda tanya besar di Negeri yang katanya bersandar pada Undang-undang yang di dalamnya dengan tegas menuliskan salah satu cita-cita negara adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Nah, jika mindset kita di negara ini bahwa cerdas adalah harus sekolah, maka apa yang akan terjadi dengan anak yang kedua tadi?? Wallahu A`lam.....

Apakah yang dilakukan anak yang kedua tadi merupakan suatu jalan menuju masa depan yang diyakininya?? jawabanya mungkin ya mungkin tidak, hanya dia sendiri yang mengetahui, karena dialah yang menjalankannya. dan semoga dia yakin bahwa Allah SWT punya rencana dibalik segala sesuatunya...

26 Februari 2013

SENJA... OH... SENJA

Selamat Soreeee Kawan.. (gak tau bahasa asingnya).. Berbeda dengan pagi tadi, sore kali ini kondisi ane jauh lebih segar, tak ada usap usap muka, tak ada lagi sisa sisa mata merah, dan tak ada lagi hoaam hoaaaman (istilah apa sih).. Kali ini, ane dah rapi, wangi (pendapat pribadi-pen), dan tentu saja, karena baru mandi (*janganTengokJam) :D

Hmm.. Senja, menjadi waktu yang lumayan sibuk bagi kebanyakan orang. Yap, waktu senja merupakan waktu kedua dalam sehari dimana jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang lalu lalang alias MACET.. Karena, oleh teori yang dikemukakan oleh seorang ahli ilmu permacetan dunia, macet di waktu senja adalah diakibatkan karena itu merupakan waktu yang paling tepat bagi para pekerja untuk pulang ke habitat keluarganya masing-masing. Sehingga jangan heran dan mengeluh jika senja menjadi semacet pagi, karena kemacetan di pagi hari berbanding hampir sama dengan kemacetan di senja/sore hari.
Tapiiii.... Bagi saya, senja kali ini merupakan waktu yang pas (atau lebih tepatnya “tersisa”) untuk memulai dan melanjutkan kembali aktivitas. Dan aktivitas saya di senja kali ini adalah........



Berbicara tentang senja, saya jadi teringat tentang bagaimana filosofi perjalanan hidup seorang manusia. Ya, senja sebagai waktu peralihan dari siang (baca: terang) menuju malam (baca: gelap) dapat kita hubungkan dengan bagaimana perjalanan kehidupan manusia loh (ciyuuusss???). Hmm.. Seperti yang kita ketahui bersama, kehidupan manusia tidak selamanya berjalan penuh suka, penuh keceriaan, dan kebahagiaan. Kehidupan pun pasti akan dilalui dengan berbagai keadaan duka, muram, GALAU, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Nah, jika kita ibaratkan masa bahagia itu adalah masa terang (siang), maka malam menjadi perumpamaan untuk masa-masa suram dalam hidup (ceilee). Jadi, senja adalah (*ala_guru_matematika) peralihan dari masa bahagia menuju masa suram dalam hidup. Yaa.. Meskipun kita tidak mengharapkan, tapi masa suram itu pasti akan datang juga, sebagai bukti bahwa kita adalah Hamba Tuhan yang harus diuji keimanannya kan..

Nah.. jika siang adalah masa "terang" dan malam merupakan masa "gelap" dalam hidup, maka masa senja merupakan persiapan bagi kita semua untuk menghadapi masa gelap malam kehidupan. Semoga tidak banyak yang tak setuju dengan ungkapan penghubung-hubungan saya ini. Dan, dalam menghadapi waktu senja, kita telah dibekali beberapa “suplemen” penambah kekuatan oleh Tuhan, yaitu pesona alam yang indah di kala senja. Semoga tidak sedikit yang sepaham dengan saya, kalau saat senja merupakan saat alam menampakkan wajah cantiknya selain di waktu pagi hari.

So, selamat sore kawan.. Bagi yang roda kehidupannya sedang berada pada masa senja, mari kita nikmati sunset senja ini, lalu melewati masa malam nan kelam dengan berbagai doa dan harapan, semoga sang fajar muncul kembali esok hari.........


Menyapa Pagi Melalui (Bersama) Mimpi

Buongiorno, Buenos dias, Guten Morgen, Ohayou Gozaimasu, Good Morning, Sabah al-khair, Selamat Pagi kawan.... *usapmuka

Sudah lama tak melihat dan menikmati sunrise pagi yang menawan. Bukan hanya karena memang saat ini sedang musim hujan, tapi yaaa.. Itu dia, JARANG bangun pagi.. Hehe..

Pagi, saat dimana sebagian besar (bahkan hampir semua) makhluk bernama manusia memulai aktivitasnya, memulai langkah, dan melanjutkan hal yang telah dikerjakan kemarin. Pagi, menjadi simbol awal langkah baru dan kesegaran jasmani dan batin setelah beristirahat penuh dalam keheningan dan kegelapan. Nah, yang jadi masalah adalah masih ada pula mereka yang asyik bermimpi di pagi hari (termasuk saya sendiri), entah mengapa waktu pagi merupakan waktu yang sangat pas untuk “memulai” kembali “mimpi yang tertunda” karena azan subuh, dan menjadi langkah baru dalam gaya tidur (mohon tidak dicontoh, adegan ini hanya sandiwara sesaat *eh).



Lalu, apa hubungannya antara pagi dan mimpi?? Saya tak akan menyinggung tentang mereka yang masih asyik bermimpi di pagi hari (tidur aja lah, jangan tersinggung ya.. ;)). Jika kita mengartikan mimpi sebagai bunga tidur, maka tentu saja semua orang yang merasa telah sukses dengan kerja kerasnya akan menentang setiap manusia yang menjadikan pagi sebagai tempat bersarangnya mimpi (semoga tidak jadi undang-undang.. *usapkeringat). Tapi, jika kita mengartikan mimpi sebagai suatu hal yang diimpikan dan diharapkan terjadi di masa mendatang, maka tentu saja hampir semua sepakat bahwa pagi adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Ya, memulai mimpi menjadi siapa dan apa kita ke depannya. Maka, bagi mereka yang hobi bermimpi, pagi menjadi waktu favorit untuk merem.. (Maapkan..). Dan bagi mereka yang punya mimpi, pagi menjadi sahabat baik untuk memulai jalan menuju mimpi, setelah sebelumnya berdoa pada Tuhan di waktu subuh (bagi yang merayakan). Entah itu terdapat sunrise atau mendung, pagi menjadi waktu yang pas untuk memulai semuanya bagi mereka yang punya semangat untuk mengejar dan meraih mimpi dan mewujudkannya di kehidupan nyata bernama masa depan. Nah, bagi mereka yang punya semangat untuk “betul-betul bermimpi”, maka mendung adalah saat yang SANGAT TEPAT.... Zzzzzzzzzzzzzz....

Sekian catatan pagi ini.. Semoga mimpi saya, Anda, mereka, dan kita semua tidak berakhir mengenaskan di tangan alarm... *MariBermimpi